Selasa, 09 April 2013

Khutbah Jumat tentang Persatuan dan Kesatuan Sesama Umat Islam




السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
الحمد لله الَّذِى امرنا با الاجتهاد والاعتصام بحبل الله المتين  
 اشهد ان لا اله الا الله وحد ه لاشر يك له اياه نعبد واياه نستعين   
وا شهد ان محمد عبد ه و رسوله المبعوث رحمة للعلمين                 
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
 اما بعد : فيا ا يها الحا ضرون اتق الله حق تقا ته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
  فقد قا ل الله تعال فى القران العظيم اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بسم الله الرحمن الرحيم       
 صدق الله العظيم  ..….. واعتصموابحبل الله جميعا و لا تفرّقو
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Pertama-tama, Marilah kita panjatkan puja-puji dan syukur kehadlirat Allah SWT karena dengan qudrat dan iradat-Nya kita semua dapat berkumpul di masjid yang penuh berkah ini, dalam rangka menjalankan salah satu kewajiban kita sebagai umat Islam yakni ibadah shalat Jumat berjamaah. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridho dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Shalawat dan salam selalu kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia sampai hari kiamat nanti.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Pada kesempatan kali ini, khatib berwasiat wabilkhusus untuk diri khatib sendiri dan umumnya kepada jamaah sekalian. Marilah kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti takwa yang sebenar-benarnya. Imtitsalun awamirillahi wajtinabu nawahih, yakni menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangannya.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi utusan Allah SWT, kondisi masyarakat  Arab Jahiliyah saat itu sangat menyedihkan. Perang antar suku selalu berkecamuk, tanpa ada yang menghentikan. Masyarakat yang lemah menjadi santapan penindasan bagi kaum yang kuat. Perpecahan dan pertikaian sudah menjadi hal yang biasa. Dalam kondisi yang gelap seperti ini, datanglah cahaya Islam yang menerangi mereka sehingga seluruh negeri Arab mendapat perdamaian, persaudaraan, dan persatuan. Hati mereka yang kotor dan penuh dengan kedengkian dan permusuhan, berganti menjadi keihklasan dan kasih sayang. Keadaan seperti ini, digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
( ال عمران: ۱۰۳ ) ….. واعتصموابحبل الله جميعا و لا تفرّقوا
Artinya : Dan berpegang teguhlah kamu kepada tali agama Allah dan jangan bercerai-berai…( QS Al Imran : 103 )
Allah SWT memerintahkan kaum muslimin supaya mereka bersatu dalam kesatuan aqidah, yaitu berpegang teguh kepada agama Allah SWT. Dia melarang kepada kaum muslimin hidup bercerai-berai, karena bercerai-berai dan pertengkaran dapat menghilangkan kekuatan umat Islam. Persatuan dan kesatuan umat Islam disebut juga ukhuwah Islamiyah artinya persaudaraan sesama umat Islam. Karena orang-orang yang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Agama Islam adalah satu-satunya agama yang paling kokoh yang dapat mewujudkan persatuan dan persaudaraan umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. Islam sangat menganjurkan kepada seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini untuk saling kasih mengasihi, sayang menyayangi tidak terbatas hanya antar satu golongan dan suku saja, tetapi antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain. Bahkan kita sebagai umat manusia diperintahkan untuk menyayangi seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
Oleh sebab itu, kita sebagai penganut agama Islam harus mampu memperlihatkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama persatuan dan persaudaraan untuk semua umat manusia di muka bumi ini. Islam mengajarkan umatnya untuk mempertahankan serta memelihara Negara, mempersatukan umat, dan membangun masyarakat. Sebagai contoh yang kita ambil adalah, bahwa Rasulullah SAW beliau adalah seorang pemimpin dan negarawan yang telah berhasil menyatukan berbagai golongan masyarakat sejak berpuluh-puluh tahun saling bermusuh-musuhan. Firman Allah SWT dalam Al Qur’an :
انّماالمؤمنون اخوةفا صلحوابين اخويكم واتقواالله لعلكم ترحمون ( الحجرات : ١۰ )
Artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antar kedua saudaramu ( yang berselisih ) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. ( QS Al Hujurat : 10 )
Untuk mengatasi kondisi umat Islam yang saat ini sangat memprihatinkan, maka persatuan dan kesatuan sesama umat Islam sangatlah diperlukan. Dengan persatuan dan persaudaraan inilah para sahabat Rasulullah SAW dan para pendahulu kita dapat meraih kemenangan dan keberhasilan. Demi menjaga persatuan dan persaudaraan, marilah kita hindari pertikaian dan permusuhan diantara sesama umat Islam.
Nilai persatuan yang diajarkan agama Islam adalah persatuan lahir dan batin, saling tolong menolong, saling menyayangi dan senasib sepenanggungan. Sebagaimana dalam hadits Nabi Muhammad SAW :
عن النعما ن بن بشير رضي الله عنهما قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم مثل المؤمنين فى توادّهم وتراحمهم وتعا طفهم مثل الجسد اذااشتكى منه عضو تداعى له سا ئر الجسد با السّهر والحمّى  ( رواه مسلم )
Artinya : Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir ra : Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : Perumpaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi , seperti satu tubuh. Apabila satu organ tubuh merasa sakit, akan menjalar kepada semua organ tubuh yaitu tidak dapat tidur dan merasa demam. ( HR. Muslim )
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Persaudaraan itu terbagi menjadi tiga, yaitu ( 1 ) Ukhuwah Islamiyah ( 2 ) Ukhuwah Wathoniyah, ( 3 ) Ukhuwah Basyariyah. Oleh mari kita tingkatkan kualitas hablum minannas dalam arti menjaga dan memelihara hubungan kita dengan sesama manusia. Agar tercipta kehidupan yang aman dan sentosa serta menjadikan negeri kita sebagai Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati
Demikianlah khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga apa yang khatib sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin ya rabbal ‘amin.
با رك الله لى و لكم فى القران العظيم ونفعنى وايا كم بما فيه من الا يت والذّ كرالحكيم وتقبل منى ومنكم تلا وته انه هو السميع العليم

0 komentar:

Poskan Komentar